Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Pemilih Muda Meski Apatis Politik Tetap Memilih Pemimpin 2024 Terbaik

Gambar
Pemilih Muda Meski Apatis Politik Tetap Memilih Pemimpin 2024 Terbaik (Ilustrasi : www.istockphoto.com ) Oleh : Pudji Widodo Pemilih muda pada Pemilu 2024. Seminggu sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2023, Prabowo Subianto sebagai capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengumumkan Gibran Rakabuming Raka (GRR) sebagai cawapresnya. Maka Peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini terasa berbeda. Bukan hanya esensinya sebagai pengingat peran kaum muda di setiap denyut kehidupan berbangsa, tetapi juga karena diwarnai kehadiran sosok muda dalam war ticket pilwapres 2024.  Koalisi Indonesia Maju berharap pencalonan GRR sebagai cawapres menjadi magnet bagi para pemilih muda. Bukan hanya KIM, ceruk suara kaum muda sebesar 52% persen dari 204.807.222 orang pemilih tetap, akan menjadi rebutan semua koalisi parpol. Jumlah pemilih muda tersebut 31,23% berusia antara 17 hingga 30 tahun atau sekitar 63,9 juta jiwa, dan 20,70% berusia 31 tahun hingga 40 tahun. Dengan jumlah generasi muda ...

Ida Dayak di Tengah Dinamika Regulasi Kesehatan Nasional

Gambar
(demo penolakan RUU Kesehatan, foto : sindonews.com , 8/5/2023) Oleh : Pudji Widodo Ke luar negeri atau ke praktik Ida Dayak sebagai pilihan berobat Selama pandemi Covid-19 dan melandainya krisis kesehatan, konsolidasi di berbagai sektor terus diupayakan dibangun sesuai strategi penanggulangan penyakit Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Belum genap tiga bulan pasca PPKM terhadap pandemi Covid-19 dicabut, Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia berpotensi kehilangan devisa 165 T rupiah karena 2 juta orang Indonesia berobat ke luar negeri (6/3/2023). Terkuaknya data tersebut menjadi tantangan pelayanan kesehatan di tanah air dan menambah beban upaya pembangunan kesehatan.   Pada sisi lain, masyarakat tidak pernah mengetahui adanya pasien-pasien yang mengalami kegagalan pengobatan di luar negeri. Mereka ini justru sembuh setelah melanjutkan pengobatan di rumah sakit tanah air, bahkan lalu menggunakan biaya BPJS. Sebuah kondisi paradoks yang menjadi konsumsi di...

Brimob dan Raider, menguak sejarah hingga sinergi tugas di tanah Papua

Gambar
Oleh : Pudji Widodo Brimob pernah minta dilatih Kopassus Ketika masih tergabung dalam ABRI, sama seperti satuan matra yang lain, Brimob pun mendapat tugas menumpas berbagai pemberontakan dalam negeri. Untuk meningkatkan kemampuan tempur guna menegakkan kemerdekaan Indonesia yang masih berusia muda, personel Brimob dikirim menjalani pelatihan di Amerika Serikat dan Filipina. Mereka ini yang kemudian melahirkan satuan Brimob Ranger yang kemudian berubah menjadi Pasukan Pelopor Brimob. Perubahan kebijakan pertahanan keamanan mengubah organisasi Brimob menjadi kecil. Brimob bahkan sempat berada di bawah Direktorat Samapta dan Resimen Pelopor dilikuidasi. Ketika supremasi  sipil kembali menguat dan operasi keamanan dalam negeri lebih dominan bertajuk penegakan hukum, maka revitalisasi Brimob menjadi kebutuhan.  Menghidupkan Resimen Pelopor yang sempat dibubarkan Orde Baru, menjadi alasan pemulihan kemampuan paramiliter yang pernah setara light infantry.   Maka pada tah...

Ketika Tujuan Keolahragaan Tersandera Relasi Palestina-Israel

Gambar
(sumber foto : www.indosport.com , 28/3/2018) Oleh : Pudji Widodo FIFA menolak intervensi Lolos hukuman FIFA pada kasus tragedi Kanjuruhan, membuat beberapa pihak elemen bangsa Indonesia mencoba mendikte FIFA. Seperti pada tahun 2015, kali ini FIFA bersikap tegas dan vonis telah dijatuhkan, Piala Dunia (Pildun) sepak bola U20 batal diselenggarakan di Indonesia. Beruntung FIFA hanya memberi sanksi ringan untuk PSSI (baca Indonesia). Bila FIFA mau, sebenarnya bisa langsung menghukum Indonesia akibat tewasnya 135 orang yang berdesakan menghindari gas air mata dalam Stadion Kanjuruhan usai laga Persebaya-Arema Oktober 2022. Andai Indonesia saat itu mendapat sanksi berat FIFA, ini akan membuat gelaran Pildun U20 Maret 2023 otomatis batal lebih awal. Tidak ada gonjang-ganjing tentang kehadiran atlet Israel dan tidak ada yang mendapat panggung politik.  Tragedi Kanjuruhan tak berbuah sanksi, bahkan FIFA mendukung rencana transformasi persepakbolaan Indonesia. Presiden ...

Visum et Repertum, yang Lolos dari Intervensi Sambo

Gambar
Sumber foto : ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja via  CNN Indonesia  8/8/2022 Visum et Repertum, yang Lolos dari Intervensi Sambo    Oleh : Pudji Widodo "Kenapa kami menolak autopsi yang lalu, karena autopsi yang lalu dikatakan matinya itu karena TEMBAK MENEMBAK dan dari RS Polri tidak ada yang protes.  ( Detik.com , 20/7/2022). Autopsi penggalian jenazah Ada dua berita terkait kasus Duren Tiga  yang memenuhi layar kaca televisi sepanjang hari Semin 22 Agustus 2022. Pertama tentang Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara DPR RI berturut-turut dengan Menkopolhukam,  Komnas HAM dan LPSK. Kedua,  tentang Tim Dokter Forensik Independen bentukan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) yang menyerahkan hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J kepada Bareskrim Polri. Menyetujui permintaan keluarga, Polri mengajukan permohonan kepada PDFI untuk menunjuk Tim Dokter Forensik Independen (TDFI) sebagai pelaksana autopsi ulang jenazah Brigadir J...